Rest Area 89 berkembang sebagai ruang percakapan digital yang diikuti oleh ratusan hingga ribuan pendengar setiap harinya. Untuk memahami karakteristik audiens yang terbentuk, Rest Area 89 melakukan survei pendengar pada Juli 2026. Survei ini diikuti secara sukarela oleh 252 responden yang memberikan gambaran mengenai profil, domisili, aktivitas, tingkat pendidikan, serta pola keterlibatan mereka dalam mengikuti Rest Area 89.
Berdasarkan hasil survei, pendengar Rest Area 89 berasal dari berbagai kelompok usia, dengan mayoritas berada pada kelompok usia dewasa. Kelompok usia terbesar berasal dari rentang 40–49 tahun, disusul oleh kelompok usia 50–59 tahun dan 30–39 tahun. Dari sisi jenis kelamin, mayoritas responden adalah perempuan dengan persentase 82,1%, sementara responden laki-laki sebesar 17,1%.
Dari sisi pendidikan, responden Rest Area 89 memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Responden berasal dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, diploma, sarjana (S1), hingga pascasarjana (S2/S3). Dari sisi aktivitas dan pekerjaan, komunitas Rest Area 89 mencakup berbagai profesi, antara lain ibu rumah tangga, karyawan, wirausaha, guru, ASN/PNS, mahasiswa, serta pekerja Indonesia di luar negeri (TKI).
Dari sisi domisili, responden berasal dari berbagai wilayah Indonesia, dengan jumlah terbesar berasal dari Jawa Barat. Selain itu, responden juga tersebar di berbagai provinsi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga wilayah Indonesia bagian timur. Keberadaan responden yang bekerja dan tinggal di luar negeri juga menunjukkan bahwa jangkauan Rest Area 89 tidak terbatas pada wilayah geografis Indonesia.
Dalam hal keterlibatan, sebagian besar responden mengikuti Rest Area 89 secara rutin, mulai dari hampir setiap hari hingga beberapa kali dalam seminggu. Sebanyak 74,6% responden mengenal Rest Area 89 melalui TikTok Live, yang menjadi salah satu kanal utama pertumbuhan komunitas ini. Data survei Juli 2026 menunjukkan bahwa Rest Area 89 hadir sebagai ruang digital yang mempertemukan masyarakat dengan latar belakang yang beragam melalui percakapan dan interaksi langsung.
Comments
Post a Comment